Dear, My Choconut…

Dear, my choconut …
I can not even say to explain my feelings.
I’m too fragile for that.
I just want all this passed.
As early before we know each other first.
Whenever I see you, I can not lie, I always and miss you.
Want to laugh with you.
Want to cry with you.
Want to hear your voice.
Want you to keep me company.
But, if you’re dumb.
Never knew and probably never wanted to know how I feel and probably everything about me.
You seemed never knew me.
Always busy with yours.
I know, I was a nobody for you.
I can not say much or ask more of you.
In fact, maybe you do not want me to come near you.
You just want me to disappear and go away.
You’re much different from what I know first.
I missed you the first.
The always smiling for me.
Although I know, you’re not an angel to me.
Who always cry for me.
Although I know, you’re not my man.
I miss everything about you.
About the lateral smile on your face.
I really can not think about it further.
You’re too difficult and very complicated for me.
You’re too perfect to be mine.
I do not know, what I now let you Wherever sincere.
I can only say, I sincerely love you.
While you’re always close to her and getting away from me.
Enough already you hurt me.
Stop making me not knowing my way.
You’re too far away for me.
While you’re always in my heart.
Please, go out of my mind.
Love you like a test in my life.
Should I lunge storm for you?
Should I pick the stars for you?
Should I end my breath for you?
Okay, please end all this from my life.

my real feeling

for what chicks followed her mother, if the mother does not feed?

For  what flowers bloom if no bees are attracted to him?

For  what if any women without men?

for what mylove without the people I care ?

answer only one, “to hurt my own heart.”.

spend the day with a million smiles and beauty.

however, that there were injured.

will never be beautiful forever.

their laughter and happy  are my perfection.

sorry to all who have happened i.

now I just want to let it all go, like the paper become ashes.

Come to me if you’re crying.

but do not ever make me more spines.

I really can not resist the tears that always flowed freely.

mylaughter is not yours.

sorry ….

once again sorry ..

because we are same …

not a perfect creature ..

not an angel ….

it’s just me.

icha.

who are always sick and crying without words.

Muna

Betapa menyenangkannya dipuji orang.

Hmm… Cha juga pernah ngerasain kayak gitu. Cha rasa, semua orang pasti suka dipuji. Dan itu juga ndak ada salahnya. Asal ndak sampe riya’ aja.

Cha juga suka sih, kasih pujian sama orang lain. Alasannya sih, karena Cha pengen buat dia senyum. Tapi, Cha ndak akan pura-pura muji orang yang sebetulnya Cha ndak suka. Cha ndak suka orang munafik. Cha pernah dikhianati temen. Di depan Cha, dia baik. Tapi di belakang Cha, jahatnya naudzubillah. Dia nyebarin fitnah tentang Cha.

Swear, Cha ndak suka orang kayak dia. Cha ndak tau, apa Cha pengen balas dendam ke dia. Tapi, Cha selalu ragu untuk itu. Cha ndak tega, dan ndak mau memperuwet masalah. Ya, jadi walaupun dia udah nyakitin Cha sedalem-dalemnya, Cha cuma bisa diemin dia. sekarang, Cha lebih milih cuekin dia, dan nganggap dia ndak ada. Cha rasa, itu lebih baik daripada harus ngerasain sebel yang Cha takut nanti malah jadi bahaya.

Oke, balik ke masalah awal.”Pujian”

Siapapun tau, orang yang muji orang lain itu dapat pahala(Ya, karena nyenengin orang lain). Tapi, kalo misalnya ngelontarin pujian ndak dengan rasa ikhlas, apa masih bernilai pahala? Cha rasa sih, ndak. Malah rugi banget. Bikin orang jadi kege-eran, dosa. Boongin diri sendiri, dosa. Boongin Allah, dosa. Hayo….udah berapa dosanya? Padahal, seharusnya celengan kita itu diisi koin, bukan diisi batu.

Jadi orang munafik itu, ndak enak banget. Percaya deh, di ending-nya pasti nyesel. Kalo nyesel saat di dunia sih, mending. Nah kalo di akhirat? Ndak mending banget, deh! Kadang Cha berrpikir, apa sih enaknya jadi orang muna? Boongin orang, boongin diri sendiri, boongin Allah… ihh,,, Icha sebel! read it more

Cantik

Di zaman sekarang, banyak banget perempuan yang berlomba-lomba tampil cantik. Ada yang pada pake penghitam rambut, pemutih kulit, sampe oplas. Banyak artis, model, atau penyanyi yang cuma menang face doang. Acting pas-pasan, face-nya imut, masuk. Suara pas-pasan, face-nya manis, masuk. Padahal, seseorang itu dihargai, dihormati, dan dikagumi bukan karena kecantikkan, ketampanan, atau apalah. Tapi, karena prestasi, pintar, dan perilaku yang mulia.

Islam menempatkan perempuan dalam keadaan yang amat mulia. Perempuan merupakan tiang negara. Sepantasnya kita menjaganya, bukan malah merendahkannya. Tampil cantik, memang perlu. Tapi bukan untuk sombong dan caranya pun bukan cara yang rendahan. Bukankah kecantikkan lahir hanya bersifat sementara, sedangkan kecantikkan hati bersifat abadi?

Yah, cantik itu bukan segalanya.

PS: gomennasai, pict-nya ndak cantik. hehehehe…

Turtle

Hewan favorit Cha itu Kura-kura. Menurut Cha, kura-kura itu imut banget. Ada yang ingat kisah tentang Kura-kura dan Kelinci, ndak? Yang ceritanya, si kelinci itu sombong dan merasa menjadi hewan yang paling beruntung karena bisa berlari dengan kencang dan mengunggulkan dirinya dari Kura-kura yang bertempurung dan jalannya yang sangat lambat. Hingga pada akhirnya, kelinci menantang kura-kura untuk adu kecepatan dalam berlari. Ya, sama seperti cerita-cerita dongeng pada umumnya, tokoh yang lemah dan bertabiat baik, pasti akan tersenyum bahagia di ending kisahnya. Disini, Cha bukannya mau ngebahas tentang kisah mereka. Tapi,tentang sifat kura-kura.

Kura-kura dalam kisah itu, bersifat baik hati, rendah hati, dan selalu sabar. Kadang, rasanya Cha malu sama diri Cha sendiri. Malu sama keluarga Cha. Malu sama temen-temen Cha. Cha tau, Cha itu orangnya gimana. Cha itu keras kepala, kadang suka egois, termasuk pecemburu berat,mudah tersinggung, lumayan cablak, jadi pendiam dalam suatu keadaan tertentu, terkadang suka lebay, plin plan, ndak bisa adil, bijaksana dan tegas,,,,.hwaa… I’m decent bad girl.. read it more

Yaman

Yaman
Negeri Saba’, siapa yang tak mengenal kejayaannya? Kerajaan yang pernah ada di Yaman itu tercatat kisahnya dalam Al-Qur’an. Nah, oleh karena itu, Cha mau ngebahas negeri peradaban ini.
Yaman, yang memiliki sisa peradaban keemasan masa silam, terus melangkah mengiringi perubahan zaman. Wilayahnya yang dikelilingi Laut Merah, Teluk Aden, Selat Bab el Mandeb yang menjadi perbatasan dengan Benua Afrika, Oman dan Saudi Arabia, terhitung cukup subur. Kemakmuran di Yaman berlimpah karena curah hujan yang tinggi. Kerajaan Saba’ dengan ratunya yang melegenda(Ratu Balqis), berdiri tahun 950 SM. Di masa itulah dibangun bendungan raksasa di antara dua gunung yang dapat menampung air hujan jutaan galon sehari. Bendungan itu bernama “Ma’rib”. Air tersebut digunakan untuk keperluan bercocok tanam dan keperluan harian lain. Tetapi sayangnya, bendungan ini rusak ditelan air bah yang disebut dalam Al-Qur’an di surat Saba sebagai Sailul Arim yang menenggalamkan negeri mereka. Itulah akhir dari Kerajaan Saba’.
Tak jauh berbeda dengan kerajaan setelahnya,”Himyar”, yang harus kembali terpuruk akibat banjir besar yang sekali lagi meluluhlantakkan negeri itu. Melihat hal itu, Kerajaan Persia dan Roma mencuri kesempatan untuk berkuasa. Salah satunya dengan cara memanfaatkan pergolakan agama yang terjadi saat itu.
Alkisah, Raja Yaman yang bernama Zu Nuas yang penganut Yahudi memerintahkan penduduk Utara Yaman, Kaum Najran, untuk masuk agama Yahudi atau dibunuh karena telah memeluk agama Kristen. Disinilah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap kaum Najran, mereka dibunuh dan dibakar. Zu Nuas sendiri tewas setelah negerinya diserang Kerajaan Romawi dan Habsyi (Ethiopia). Setelah Yaman silih berganti dikuasai kerajaan besar termasuk Persia, akhirnya Islam pun berdiri tegak di Yaman sejak abad ke-sembilan hijriah, dimulai ketika Rasulullah mengutus Abu Ubaidah Al-Jarrah dan Ali bin Abi thalib serta Muadz bin Jabal untuk berdakwah disana.
Sekian lama dalam naungan Islam, negeri subur ini dijajah Inggris dari tahun 1839-1967. Krisis kemudian kerap kali menimpa negeri yang mayoritsa penduduknya muslim ini setelah dipecah menjadi Yaman Utara dan Yaman Selatan yang dikuasai paham komunis. Perebutan akan Pelabuhan Aden menjadi isu utama saat kedua Yaman masih terpisah. Dipercaya Pelabuhan Aden adalah pelabuhan tertua yang dibangun oleh anak Nabi Adam,”Habil dan Qabil”, juga wilayah pertama yang dihuni manusia. Krisis berakhir ketika tahun 1990 kedua wilayah sepakat membentuk sebuah Negara Republik Arab Yaman dengan ibu kotanya Sanaa.
Hmm… mianhaeyo, just can tell little about Yaman. But, I wish everybody who read this not feel disappoint because it’s obvious. Hehehe… see ya

bad connection….hwaaa…babo!!!

bad connection….hwaaa…babo!!!

%d blogger menyukai ini: